PRO DUTA FC menganggap penting untuk menentukan sikap terhadap situasi terkini dimana Pro Duta FC dihadapkan pada kemelut organisasi dan operasi sepakbola professional di Indonesia, dimana terdapat kesimpangsiuran pada tiga poin utama (besar)
yaitu:

I. OTORITAS

Pro Duta pada persimpangan jalan untuk ikut atau tidak dalam konteks kesiampangsiuran
otoritas sepakbola:
1. Fakta PSSI dibekukan
2. Menpora mengalami kekalahan di tingkat Mahkamah Agung
3. Muncul Operator baru (PT GTS) menyelenggarakan ISC secara berstrata
4. Tim Transisi juga akan menyelenggarakan kompetisi
5. PSSI melarang Kemenpora mengundang klub dan melarang klub mengikuti kegiatan kompetisi dari pihak lain selain PSSI

II. KRITERIA MENGIKUTI ISC atau operator lainnya.

1. Jika mengikuti kriteria Club Pro Licensing, Pro Duta FC berminat mengambil opsi mengikuti kompetisi ISC dan menyatakan siap bersaing dalam memenuhi ketentuan Club Pro Licensing.
2. Dari kriteria Sporting Merit, Pro Duta FC dihadapkan pada opsi kedua yaitu untuk tidak mengikuti kompetisi ISC ataupun Tim Transisi, kemudian ketika kompetisi ini diselenggarakan oleh siapapun secara tidak resmi Otoritasnya, kemudian kompetisi yang resmi dimulai, timbul dua pertanyaan:
a. Reset dengan peserta baru yang ditentukan kemudian, atau,
b. Berlanjut, namun dengan simpang siurnya siapa pemegang otoritas kompetisi sepakbola, ke strata mana Pro Duta FC akan masuk nantinya?

III. BISNIS DAN NILAI KOMERSIAL

Karena Pro Duta FC merupakan klub Pro yang memerlukan sponsor maka wajar untuk menimbang nilai klub, Jika menimbang besarnya subsidi yang akan diterima masing-masing klub maksimum Rp 850 juta, maka dari pengalaman berkompetisi, Pro Duta FC mengetahui bahwa anggaran satu musim kompetisi berkisar Rp 6-12 milyar (referensi), kekurangan anggaran klub ini seyogyanya ditutupi oleh sponsor. Pro Duta FC melihat situasi ini, mengalami kesulitan karena sponsor ragu dan tidak mau masuk kembali dalam image kekisruhan sepakbola. Alasan utamanya adalah Brand Image yang telah mereka bangun dan miliki sangat tidak sepadan dengan bad image yang mereka terima nanti. Mempertimbangkan tiga poin besar di atas, maka Pro Duta FC memutuskan untuk tidak ikut kompetisi sampai poin–poin di atas terjawab dan mendapat kepastian penjelasan dari otoritas dan operatornya.

Berikut ini pernyataan dari Presiden Direktur Pro Duta FC:

Leave a Reply