Laga kandang ketiga Liga 2 di Stadion Cendrawasih, Cengkareng, Jakarta Barat, melawan 757 Kepri Jaya FC, Minggu 21 Mei 2017, tuan rumah klub Pro Duta FC tak puas mendapat 1 point dengan hasil akhir seri 1 : 1 dari semula ditargetkan point penuh.  “Kami tak masalah hasilnya, tapi kami tak puas dengan pola kepemimpinan wasit utama. Bayangkan, ada dua kali pemain kami kena sikut pemain lawan, di seluruh dunia yang saya tahu, harus kena kartu merah. Ini kena kartu kuning pun tidak, luar biasa,” kata Eladio Rojas Reyes, pelatih kepala Klub Pro Duta FC.

“Wasit utama Totok Supriyanto, dalam memimpin pertandingan suka suka sendiri, dua kali dia ambil keputusan sendiri, padahal hakim garis memutuskan berbeda, jadi seolah tak ada gunanya hakim garis,” kata Muhammad Hamzaly, Kapten kesebelasan Pro Duta FC.

Sebelumnya, pada 19 Mei 2017, Pro Duta FC melayangkan surat protes  kepada CEO dan COO serta Direktur Kompetisi PT Liga Indonesia Baru perihal pelanggaran terhadap Regulasi Liga 2 2017, Pasal 38 : 2.  Pelanggaran dimaksud adalah berupa jumlah pemain tim-tim lawan yang usianya melebihi batas yang diregulasikan dimana di dalam Pasal 38 ayat 2 berbunyi : “Klub mendaftarkan sebanyak-banyaknya 5 Pemain yang berusia di atas 25 tahun dengan komposisi 3 orang pemain berusia 25 tahun sampai dengan 35 tahun dan 2 pemain berusia bebas (tidak dibatasi usia).

Adapun rincian pelanggaran tersebut di atas berdasarkan Match Summary dari tiga pertandingan yang dilakoni Pro Duta FC sebagai berikut : 1. Pro Duta FC melawan PSBL 24 April 2017 (kandang), Pro Duta tidak menerima Match Summary. 2. Pro Duta melawan PSMS Medan (away) 30 April 2017, 7 pemain PSMS usia dibawah 25 tahun, 9 usia diatas 25-35 tahun, dan 1 usia diatas 35 tahun. 3. Pro Duta melawan PSPS Pekanbaru 5 Mei 2017, 6 pemain PSPS usia dibawah 25tahun, 12 usia diatas 25-35 tahun.

Menurut Sekretaris Umum Klub Pro Duta FC, Belinda Siahaan, bahwa pelanggaran regulasi ini adalah pelanggaran terhadap azas-azas fairplay dan sporting merit yang merugikan klub Pro Duta. “ Oleh karena itu kami mohon agar sanksi dapat diberikan berupa pengurangan point atas hasil pertandingan masing-masing klub yang melanggarnya. “ Kata Belinda seraya berharap protes  mereka tersebut dapat disetujui demi tegaknya fairplay dan sporting merit.

Sementara, Mardyanto, Asisten Pelatih 757 Kepri Jaya FC, menyatakan mereka puas dengan dapat mencuri satu point pada laga away melawan klub Pro Duta FC di Stadion Cendrawasih Jakarta Barat (kandang Pro Duta FC). “Target kami dalam pertandingan away harus dapat curi point satu atau point penuh. Tapi untuk pertandingan kandang kami, sudah pasti kami harus menang, itu target kami,” kata Mardiyanto.

Leave a Reply