Yudha Hananta

Yudha Hananta
Number22
NameYudha Hananta
Birthday03/11/1991
Age25
Season2010-2011, 2011-2012, 2013, Divisi Utama Grup 1 2014
TeamFirst Team, Juniors
PositionGoalkeeper
Appearances5
Goals0
Assists0
Yellow Cards0
Red Cards0
Joined13/03/2010
Hometown Gunung Kidul

Profile

22-Yudha-Hananta-Wallpaper

Semula hanya coba-coba menjadi penjaga gawang, akhirnya keterusan dan dipercaya untuk mengawal di bawah mistar. Itulah pengalaman yang didapat oleh Yudha Hananta. Penjaga gawang utama Pro Duta FC ini sebelumnya bukanlah bertugas di posisi ini tapi sebagai bek sayap. Bahkan, posisi striker pun pernah ia lakoni. Hal ini terjadi ketika Pro Duta FC masih ber-home base di Jogjakarta. Saat timnya beruji coba kebetulan ada pemain yang sakit. Lantas ia disuruh pelatih menjadi striker. Ia pun bisa mampu melakoni posisi itu.

“Saya jadi penjaga gawang ketika masuk Liga Danone 2005. Waktu itu di tim tidak ada penjaga gawang. Pelatih lalu memutuskan saya harus menjadi kipernya. Ini keterusan sampai sekarang,” ungkap Yudha Hananta ketika ditemui di Mes Pro Duta FC di kawasan Asam Kumbang, Medan.

Selama memperkuat Pro Duta FC, pengalaman yang paling berkesan adalah ketika timnya menghadapi PSSB Bireuen di Stadion Dimurthala, Lampineung, Banda Aceh. Dalam pertandingan pada 6 Januari 2012 lalu, ia berhasil mementahkan tendangan penalti pemain PSSB Bireuen, Jawalandi.  Kegagalan penalti ini membuat timnya memenangi pertandingan. Di pihak lain, Jawalandi yang gagal menunaikan tugasnya sebagai algojo penalti menangis usai pertandingan.  “Ini yang paling berkesan karena saya berhasil memblok tendangan penalti. Apalagi kita menangnya di kandang lawan,” kenangnya.

Yudha mengaku dirinya bukan tipe penjaga gawang ideal. Pasalnya, tingginya hanya 174 cm, tinggi yang dianggap kurang bagi seorang penjaga gawang yang harus mempertahankan gawangnya agar tidak dijebol lawan. “Sebenarnya memang nggak ideal. Tinggi segitu itu masih pendek. Tapi bagi saya, penjaga gawang pendek atau tinggi nggak masalah. Yang penting dia harus punya reaksi yang cepat, timing, dan sigap. Percuma kalau badannya tinggi tapi gerakannya lambat,” ucap mantan penjaga gawang Medan Chiefs ini.

Yudha Hananta memang tak sekadar omong. Dia membuktikannya di lapangan. Berkat kemampuannya di bawah mistar selama memperkuat Pro Duta FC, timnya hanya sekali saja kebobolan dari lima kali pertandinga, itupun melalui tendangan penaltin.  Bahkan, kini tim yang berjuluk Kuda Pegasus ini berada di peringkat teratas Divisi Utama Grup 1 dengan raihan poin 13.

Yudha mengaku hanya belajar bola dari SSB lokal, seperti Rajawali dan Handayani di Gunung Kidul. “Saya

memang asli Gunung Kidul,” ucapnya. Dari sinilah ia mulai meniti karir sepakbola. Ia sempat mengikuti seleksi Pro Titan namun tak masuk. Tak lama kemudian ia coba-coba giliran ikut seleksi Pro Duta FC.

Awalnya ia sempat dicoret dari seleksi. Namun ketika ada seleksi di Jakarta, namanya dipanggil lagi. Setelah berhasil lolos di klub ini, ia pun akhirnya dimasukkan sebagai penjaga gawang Medan Chiefs yang berlaga di Liga Primer Indonesia.

Pemain kelahiran 3 November 1991 ini mengaku sudah kerasan di klub ini. Pasalnya di klub ini tidak membedakan senior dan junior. “Selain itu kondisinya enak, penginapannya juga cocok,” ujar pemain yang satu angkatan dengan Irvin Museng, mantan pemain Ajax Amsterdam Junior yang satu klub dengannya.

Yudha mengaku prestasinya selama ini juga berkat bimbingan Danny Pasla, pelatih penjaga gawang PSMS Medan yang baru beberapa minggu lalu meninggal dunia. Selain itu, ketika ia di Jogjakarta, ia juga mendapat polesan dari Benny van Brekulen yang kini menjadi pelatih penjaga gawang Persiba Bantul.

“Dua orang itu yang paling berjasa  hingga saya bisa seperti sekarang ini ”Baginya, selama ada kemauan, ia yakin Pro Duta bisa meraih kemenangan demi kemenangan. Ia juga melihat tim manajemen juga sangat kompak. “Teman-teman juga kompak, mau apalagi. Kita optimis saja dan tinggal minta doanya,” pungkasnya. (Rizki Daniarto/LPIS)