Segera setelah salah satu agenda dalam Kongres Tahunan PSSI Tahun 2017 yang berlangsung di Bandung pada 8 Januari 2017 lalu dibacakan dan disahkan melalui persetujuan yang dihadiri 106 dari 107 Pemegang Hak Suara (Voter) PSSI, yaitu pengampunan terhadap sanksi kepada perorangan, Pro Duta FC sebagai salah satu Voter dan Delegasi yang hadir mengucapkan syukur kepada Tuhan dan mengucapkan terima kasih kepada Pimpinan Kongres, Wakil Ketua Umum dan segenap Anggota Komite Eksekutif Kepengurusan 2016-2018 yang baru dilantik.

Ucapan terima kasih kami tersebut karena setelah sekian lama dalam situasi tersanksi oleh PSSI, Presiden Pro Duta FC yang juga adalah Presiden Direktur PT Produta FC, Sihar Sitorus akhirnya dibebaskan oleh PSSI untuk kembali aktif melakukan kegiatan dalam bidang Sepakbola. Demikian pula kami bersyukur untuk kelima Anggota Komite Eksekutif PSSI  lainnya, yaitu: Bob Hippy, Farid Rahman, Alm. Mawardi Nurdin, Tuti Dau, Widodo yang juga tersanksi secara bersamaan dalam masa kerja PSSI 2011-2015.

Tanpa mengurangi kelegaan yang kami rasakan, kami tetap harus kembali mengingatkan dan meminta kejelasan dalam beberapa hal terkait putusan-putusan PSSI sebelum dan dalam Kongres Tahunan 2017 tersebut serta hal-hal penting terkait Hukuman/Sanksi terhadap keenam Anggota Komite Eksekutif, Kompetisi, Operator Liga, Tujuh Klub Terhukum serta Kriteria Klub Profesional.

Tidak lelah kami, dan seharusnya demikian pula semua masyarakat sepakbola Indonesia untuk terus konsisten terhadap hal-hal mendasar bagi terlaksananya program organisasi federasi dan pelaksanaan kompetisi di bawah kepemimpinan PSSI yang baru, bahwa konsistensi harus tetap dijalankan demi tegaknya keteraturan, keadilan dan prestasi olahraga bagi kemajuan sepakbola Indonesia yang mengacu kepada Statuta FIFA, AFC dan PSSI. Demikian pula untuk terus mengurangi dan menghindari keruwetan dalam Kompetisi di masa selanjutnya.

Tanggapan kami atas kelima hal tersebut sebelumnya, selayaknya menjadi pertimbangan Kepengurusan PSSI 2016-2020 yang baru, antara lain:

Pemulihan 7 Komite Eksekutif

Terkait pemulihan 7 (tujuh) Komite Eksekutif (Exco), kami ucapkan terima kasih, namun bersama ini pula kami memohon agar Surat Keputusan (SK) hukuman dan SK atas pemulihan ini dapat diberikan, sebab hingga saat ini keenam Exco tidak pernah menerima SK saat dijatuhi hukuman, sehingga kami sebagai salah satu Exco tersebut tidak mengetahui apa kesalahan keenam Exco tersebut, bahkan Komisi Disiplin tidak pernah memanggil ataupun memeriksa kami.

Apalagi hingga salah seorang Exco yaitu Mawardi Nurdin telah meninggal, beliau tidak tahu apa kesalahan beliau atas hukuman tersebut.

Kompetisi.

Siapa saja tim peserta kompetisi Divisi Utama musim yang akan berlangsung di musim depan ini?

Bagaimana sistem untuk menentukan jumlah dan tim-tim mana saja?

Apakah berdasarkan ISC-B atau berdasarkan hasil kompetisi sebelum pembekuan PSSI oleh FIFA yang lalu?

Operator Liga

Siapakah operator liga pada musim kompetisi selanjutnya? Hal ini kami tanyakan bukan karena kami tidak percaya, namun lebih untuk mengingatkan fakta yang terjadi di lapangan dimana hadir PT. GTS sebagai operator TSC dan ISC-B. Sementara dalam Statuta PSSI hanya terdapat 1 (satu) operator liga yaitu PT. Liga Indonesia.

Sehingga pertanyaan kita seharusnya adalah: apakah selanjutnya bisa terdapat lebih dari dua atau tiga atau lebih operator liga?

Transparansi Operator Liga

Terkait PT Liga Indonesia ataupun operator lainnya, kami perlu adanya tranparansi dalam bidang komersial ataupun non komersial liga, apakah itu merupakan keuntungan ataupun kerugian di akhir musim.

Jika terdapat keuntungan, apakah hasilnya akan dibagikan kembali kepada tim-tim peserta, di atas dana subsidi yang diberikan di awal musim.

Kriteria Klub Profesional.

Pro Duta FC pernah menggugat PT Liga Indonesia ke CAS, karena alasan CAS, kami tidak mendapat promosi ke ISL disebabkan oleh Kontrak Stadion yang tidak kami miliki. MoU yang kami miliki saat itu tidak dianggap sebagai kontrak. Kami meminta agar diberikan contoh Kontrak dari klub-klub professional lainnya yang dimaksud pada musim tersebut.

Poin-poin tersebut perlu dipertimbangkan dalam langkah, keputusan dan pelaksanaan program-program PSSI pada pelaksanaan Kompetisi selanjutnya.

Pro Duta FC berharap akan adanya dialog dan diskusi yang sehat dan logis dari pernyataan dan tanggapan kami ini dari seluruh masyarakat sepakbola, menuju pencerahan dan kemajuan kita persepakbolaan Indonesia yang penuh harapan.

Leave a Reply